( Kekuatan, Kelemahan, Tips Untuk Orang Tua )
Anik Fitriyaningsih, S.KM (Ketua Bidang Dakwah Yayasan Ihsanul Amal)
Halo, bunda dan sahabat yang super duper amazing! Adakah yang pernah merasa seperti mengamati teka-teki hidup ketika melihat si kecil beraksi? Yup, anak-anak memang seperti paket kejutan yang tak pernah habis memberi kejutan. Mereka punya keunikan tersendiri yang membuat kita terpesona setiap hari.
Dalam tulisan ini, mari kita jalan-jalan menyusuri labirin keunikan anak, dari segala sudut pandang yang menyenangkan. Siapa tahu, di antara cerita-cerita seru ini, bunda dan sahabat menemukan poin-poin menarik tentang kekuatan dan kelemahan si kecil.
Jadi, siap-siap deh untuk terpesona dan belajar bersama-sama! Yuk, mari kita mulai petualangan kita dalam memahami watak si kecil dengan lebih dalam.
Pertama-tama, ayo kita bahas tentang apa sih sebenarnya watak itu. Jadi, watak itu seperti kantong ajaib yang menyimpan segala rahasia keunikan si kecil. Di dalamnya ada berbagai macam warna, aroma, dan rasa yang membuatnya begitu istimewa.
Watak ini seperti peta petualangan si kecil dalam menjelajahi dunianya. Ada kekuatan yang membuatnya bersinar, dan tentu saja ada kelemahan yang menjadi bahan renungan. Tapi ingat ya, kelemahan bukanlah sesuatu yang harus disesali, melainkan batu loncatan untuk tumbuh dan berkembang lebih baik lagi.
Jadi bunda dan sahabat, mari kita belajar untuk merangkul setiap warna dan aroma dalam kantong ajaib ini. Siapa tahu di tengah-tengahnya terdapat kunci-kunci kebahagiaan dan keberhasilan saat mendampingi si kecil.
Bunda dan sahabat yang super keren, ada sebuah ayat yang sangat menarik dari Al-Quran yang sesuai dengan topik kita hari ini. Di dalam QS. Al Isra’ : 84, Allah berfirman, “Katakanlah (Muhammad), ‘Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.’Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”
Wah, seru sekali, kan? Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap anak memiliki keunikan dan keistimewaannya sendiri. Seperti yang Allah katakan, setiap orang bergerak sesuai dengan jalannya masing-masing, begitu juga si kecil dengan wataknya. Jadi, sebagai orang tua, tugas kita adalah mendampingi perjalanan mereka, memberi dukungan, serta memandu mereka menuju kebaikan dengan penuh kasih sayang.
Dari ayat di atas kita juga bisa melihat bahwa tidak ada yang salah dengan watak anak. Artinya, semua watak yang sudah Allah berikan itu baik karena masing – masing punya kelebihan dan kekurangan, tinggal bagaimana kita berusaha untuk terus belajar menjadi orang tua super yang bakal bisa menutupi kekurangan dan menggali potensi agar anak-anak tumbuh menjadi anak-anak hebat, baik dari segi akhalak maupun ibadahnya.
Nah, buat lebih nyambungin dengan teorinya, kita bisa lihat nih, ada yang namanya “Four Temperaments”. Teori keren ini ngasih tau kita bahwa manusia itu bisa dibagi jadi empat tipe watak: phlegmatis, melankolis, koleris, dan sanguinis.
Jadi, misalnya, si phlegmatis (damai) itu kayak yang selalu tenang, santai, dan sabar banget. Dia kayak gitu, karena gak mau ribet dan nggak terlalu ambil pusing soal banyak hal. Easy-going banget deh pokoknya!
Nah, ciri khas anak phlegmatis ini kan suka ngamatin teman-temannya dari kejauhan, sambil menikmati momen. Mereka tuh lebih kayak pengamat yang cerdas, liat segala sesuatu dengan tenang dan penuh perhatian. Dan yang paling keren, mereka jarang banget marah atau tantrum. Wah, masya Allah, sesabar itu ya bund anak phlegmatis!
Gak heran sih, karena mereka udah punya ‘zen mode’ bawaan dari lahir. Mereka lebih suka menyelesaikan masalah dengan damai dan penuh kesabaran. Bukan berarti mereka gampang banget, tapi lebih ke arah ‘ngejalanin hidup dengan pace sendiri’, gitu.
Jadi, sebagai orang tua, kita bisa jadi sahabat yang asyik buat mereka. Kita bisa belajar banyak dari sikap sabar dan ketenangan mereka. Yakin deh, bersama si phlegmatis, hidup jadi lebih adem dan menyenangkan!
Lalu, ada si melankolis (sempurna), yang punya sifat suka mikirin segala hal dalam-dalam dan detail banget. Dia tuh kayak orang yang punya radar kepekaan super tinggi, sampe-sampe apa-apa tuh serba dipikirin. . Bisa dibilang, dia tuh sensitif gitu, kadang hal kecil aja bisa bikin dia baperan.
Oh ya, yang menarik dari anak melankolis ini, jiwanya emang bener-bener ke arah kesempurnaan. Mereka punya standar yang tinggi, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Jadi, gak heran kalau mereka bisa jadi kritikus yang tajam, terutama pada diri mereka sendiri. Mereka tuh punya keinginan kuat buat mencapai kesempurnaan, baik dalam prestasi maupun hubungan sosial.
Tapi, ya, di sisi lain, kadang keinginan mereka akan kesempurnaan itu bisa bikin mereka capek sendiri. Mereka bisa jadi terlalu keras pada diri sendiri, sampe-sampe lupa buat nikmatin momen-momen kecil dalam hidup. Dan, tentu saja, melihat ketidaksempurnaan orang lain bisa bikin mereka ngerasa kecewa.
Masya Allah, emang boleh sesempurna itu si anak melankolis. Tapi, kita juga bisa belajar banyak dari kepekaan dan keinginan mereka untuk mencapai yang terbaik. Jadi, sebagai orang tua, kita bisa jadi penyemangat yang baik buat mereka, sambil mengingatkan mereka untuk tetap santai dan menikmati perjalanan hidup
Terus, ada si koleris (kuat), yang selalu penuh semangat dan tegas. Anak koleris ini suka banget jadi ‘bos besar’ di sekitarnya, suka ngatur di mana-mana. Dan, kalau liat temannya yang lelet, wah, bisa-bisa langsung jengkel deh!
Tapi, yang bikin keren, anak koleris ini biasanya punya otak yang cekatan banget. Mereka tuh kayak punya ‘superpower’ buat mikirin masa depan dan cepet ngambil keputusan. Jadi, mereka jarang ragu-ragu atau terjebak dalam kebingungan.
Masya Allah, bener-bener keren ya, bund, liat si koleris ini. Tapi, sebagai orang tua, kita juga bisa bantu mereka untuk lebih ‘flexible’ dan sabar, sambil tetap dukung semangat dan keberanian mereka. Jadi, semoga kita bisa menjadi sahabat yang baik buat si koleris dalam petualangan hidupnya
Dan terakhir ada si sanguinis (populer), yang selalu ceria, penuh semangat, dan suka banget bergaul. Anak sanguinis ini bawaannya selalu hepi, gembira terus, jarang banget terlihat sedih. Mereka tuh kayak energizer bund yang nggak pernah habis semangatnya!
Anak sanguinis ini biasanya suka banget hidup ‘no drama’, nggak mau ribet, semuanya serba spontan. Buat mereka, hidup tuh kayak roller coaster yang harus dinikmati setiap momennya.
Masya Allah, bener-bener bakal ada yang kurang nih bund kalau tanpa kehadiran si anak sanguinis ini. Mereka tuh bener-bener jadi ‘pembawa keceriaan’ di mana pun mereka berada.
Jadi, sebagai orang tua kita bisa jadi teman yang asyik buat mereka, sambil juga mengingatkan mereka untuk tetap fokus pada hal-hal penting. Semoga kita bisa ikut bersenang-senang bersama mereka dalam menjelajahi kehidupan ini!
Nah …bunda dan sahabat yang super duper amazing, dengan memahami teori ini lebih dalam, kita bisa menangkap karakteristik unik dari setiap jenis watak anak dengan lebih keren lagi! Bayangin, jadi kita bisa ngertiin gimana si kecil bereaksi sama dunianya. Dan yang lebih seru lagi, kita jadi punya bekal buat dukung mereka dengan cara yang paling tepat. Asik, kan? Jadi, yuk, kita terus eksplorasi dan temukan keunikan dalam diri si kecil! Di situlah petualangan sebenarnya dimulai.
Sebelum kita berpisah, ada kabar baik nih! Di bagian kedua tulisan ini, kita bakal bahas lebih dalam lagi tentang kelebihan dan kekurangan dari masing-masing tipe watak ini. Pastinya bakal seru banget!
Jadi, jangan sampai ketinggalan ya! Tetap stay tuned di bagian kedua tulisan ini dan mari terus jelajahi keajaiban dalam keunikan si kecil bersama-sama. Sampai jumpa di petualangan berikutnya!

2 Responses
Jadi ibu ternyata Bener² harus bisa memahami & membersamai keunikan tipe watak anak ya umm,
Walopun terkadang kewarasan hati ibunya kadarnya up and down
njih bunda benar sekali, secara tidak langsung menjalani peran ibu sekaligus sebagai wadah orang tua belajar,,semoga Allah mudahkan,,semangat bunda..😍